Pada triwulan III 2012, pertumbuhan ekonomi Riau tanpa Migas tercatat sebesar 5,46 persen dibandingkan dengan triwulan II 2012.
PEKANBARU-BPS Riau mencatat pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas di triwulan III 2012 sebesar 5,46 persen jika dibandingkan dengan semester sebelumnya. Tetapi, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama tahun 2011 lalu, pertumbuhannya mencapai 8,26 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad, Senin (12/11/12), menyatakan bahwa jika diakumulasikan, pertumbuhan perekonomian di Riau sejak bulan Januari hingga September 2012 tercatat mencapai angka 7,77 persen.
Menurutnya, pertumbuhan perekonomian Riau tanpa migas pada triwulan III 2012 terjadi di hampir semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Pertumbuhan 3 sektor tersebnut mencapai 17,78 persen.
"Sementara untuk sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan hanya mengalami pertumbuhan relatif sedikit. Yaitu sebesar 1,73 persen. Sedangkan sumber pertumbuhan terbesar berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran. 3 sektor ini memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar Rp 17,32 persen," terangnya.
PEKANBARU-BPS Riau mencatat pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas di triwulan III 2012 sebesar 5,46 persen jika dibandingkan dengan semester sebelumnya. Tetapi, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama tahun 2011 lalu, pertumbuhannya mencapai 8,26 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad, Senin (12/11/12), menyatakan bahwa jika diakumulasikan, pertumbuhan perekonomian di Riau sejak bulan Januari hingga September 2012 tercatat mencapai angka 7,77 persen.
Menurutnya, pertumbuhan perekonomian Riau tanpa migas pada triwulan III 2012 terjadi di hampir semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Pertumbuhan 3 sektor tersebnut mencapai 17,78 persen.
"Sementara untuk sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan hanya mengalami pertumbuhan relatif sedikit. Yaitu sebesar 1,73 persen. Sedangkan sumber pertumbuhan terbesar berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran. 3 sektor ini memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar Rp 17,32 persen," terangnya.
Sumber: Riauterkini






